Tamansari Yogyakarta

Sore itu, bersama tim creative ;p  saya mencoba menjelajah Tamansari Yogyakarta. Meskipun berada tepat di pusat kota, lokasi Tamansari tersembunyi di tengah perkampungan padat. Objek wisata ini berada cuma sepelemparan batu komplek Keraton Yogyakarta, tepatnya arah barat daya dari halaman Kemandungan Selatan (Magangan). Bersebelahan dengan pasar Ngasem, Tamansari secara administratif berada di kampung Taman, Kecamatan Kraton.

Tamansari merupakan situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor.  Ditempat inilah Sultan dan keluarga kerajaan beristirahat atau melakukan semedi.

Beruntung kami mengenal salah satu pawang Tamansari, jadilah kita ‘mblusuk’  lewat rumah penduduk sekitar ditemani pak pawang. Kalau gak …. ane bisa nyasar nieh…

IMG_0268

Blusukan

Blusukan

Sing:

‘ Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke Samudra
Bersama teman bertualang

Tempat yang jauh belum pernah terjamah
Suasana yang ramai di tengah kota
Slalu waspadalah kalau berjalan
Siap menolong orang dimana saja’

Taraaaaaaa……. sampai juga di pintu masuk, tapi sebelah mana ya ini?lupa nanya hihihihi..

IMG_0377

Gerbang Depan

Gerbang Depan

Okelah lanjut…..

Kompleks Taman Sari ini dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Istana Tamansari mulai dibangun pada 1757, tepatnya setelah Perjanjian Giyanti pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwana I dan selesai 1765. Arsitektur yang digunakan dalam kompleks Tamansari adalah perpaduan antara gaya arsitektur Hindu, Budha, Islam, Eropa dan China. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat tentang pendiriannya, Tamansari melibatkan 2 sosok dari luar Yogyakarta yaitu arsitek asal Portugis yang dikenal dengan nama Demang Tegis dan Tumenggung Prawirosentiko, seorang Bupati Madiun.

Salah satu bagian yang paling sering dijadikan obyek foto adalah Umbul Pasiraman / Umbul Binangun. Merupakan kolam pemandian bagi Sultan, para istri beliau, serta para putri-putri beliau.

IMG_0331

IMG_0295

IMG_0282

Airnya jernihhh.....

Airnya jernihhh…..

Kompleks ini dikelilingi oleh tembok yang tinggi. Di sekeliling kolam terdapat pot bunga raksasa. Selain kolam juga terdapat bangunan di sisi utara dan di tengah sebelah selatan.

IMG_0367

IMG_0357

IMG_0302

Di bagian selatan terdapat bangunan dengan menara di bagian tengahnya, konon digunakan Sultan untuk melihat istri dan puterinya yang sedang mandi (wew….. :p)

Tangga menuju menara

Tangga menuju menara

Salah satu sudut menara

Salah satu sudut menara

Sementara, di lokasi pemandian ada juga tempat para putri mengganti pakaian, dan ada juga tempat tidur untuk Sultan.

Tempat Istirahat Raja

Tempat Istirahat Sultan

Salah satu sudut tempat istirahat Raja

Salah satu sudut tempat istirahat Sultan

Berhubung waktu semakin sore dan masih ada beberapa tempat yang belum kita datangi, segera kita meluncur ke pemberhentian selanjutnya yaitu Sumur Gumuling.  Merupakan bangunan 2 lantai yang difungsikan sebagai Masjid pada masanya. Di bagian tengah bangunan yang terbuka, terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang tersebut terdapat satu jenjang lagi yang menuju lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang konon digunakan untuk berwudu.

IMG_0416

IMG_0414

Untuk menuju ke Sumur Gumuling ini kita harus melewati terowongan bawah yang sangat mengagumkan dan terencana dengan matang, dilihat dari segi pecahayaannya serta sirkulasi udara jadi biarpun didalam terowongan udara tak terasa pengap. Tapi rada2 serem juga siy, aura mistisnya terasa sekali… hiy…..untung rame2, jadi gak sempet ngibrit kabur… :p

IMG_0385

Akhirnya diujung jalan kita lihat cahaya benderang.. yeay…serasa menemukan dunia baru (halah… hehehhe)

IMG_0560

Yuksss..mareee kita lanjut lagi ke bangunan paling besar dan megah dari kawasan Tamansari, yaitu ke Pulo Cemethi. Tetapi ada pula yang menyebut Pulo ini sebagai Sumur Gumantung sebab di sebelah selatannya terdapat sumur yang menggantung di atas permukaan tanah. Konon tempat ini merupakan tempat Sultan bermeditasi.

Sumur Gumantung

Sumur Gumantung

Dengan ketinggian yang cukup menonjol daripada bangunan sekitar, kita disuguhkan pemandangan kota Yogyakarta yang menawan terutama sore ini… uhuyy…uapik tenan dab :p

IMG_0535

IMG_0439

'Dua sejoli memadu kasih, kala SMA...' (sing)

‘Dua sejoli memadu kasih, kala SMA…’ (sing)

Matahari masih bersahabat

Matahari masih bersahabat

IMG_0436

Tapi sayang, banyak dinding yang dicoret2 oleh tangan tak bertanggung jawab…haduw…sayang sekali, padahal merupakan peninggalan sejarah yang sangat bagus sekali loo…. (ngelus dada thok isone)

Dalam perjalanan pulang, kami bertemu dengan bapak pembuat wayang kulit. Cukup menarik, karena kita bisa mengetahui tata cara orang mentatah kulit kerbau untuk dijadikan wayang kulit. Sepertinya si om Bule juga tertarik dengan kegiatan bapak pembuat wayang.

IMG_0373

Hari sudah semakin sore, matahari juga semakin tenggelam dalam peraduannya…saatnya kita pulangggg….

Seluruh tim creative mengucapkan… Happy HOLIDAY y’all….

Team Creative :p

Team Creative :p

Old Man (oleh-oleh dari Taman Sari)

Old Man (oleh-oleh dari Taman Sari)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s