RATU BOKO

Situs Ratu Boko, menurut sejarah sebenarnya bukan merupakan candi tetapi reruntuhan sebuah kerajaan. Oleh karena itu, Candi Ratu Boko sering disebut juga Kraton Ratu Boko. Menurut legenda, Kraton tersebut merupakan istana Ratu Boko, ayah Lara Jonggrang. Boko sendiri juga berarti bangau. Disinyalir, dulunya tempat ini terdapat banyak burung bangau (burung blekok dalam bahasa Jawa).

Kraton Ratu Boko, terletak sekitar 2 km sebelah selatan Candi Prambanan. Situs ini terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian ± 195.97 mdpl. Memiliki luas sekitar 25 hektar dan berada di dua desa, yaitu Desa Sambirejo dan Desa Dawung, Kecamatan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Kompleks Kraton Ratu Boko ini memang sangat menarik dan berbeda dengan Kraton laii di daerah Jawa yang umumnya didirikan didaerah yang relatif landai, tetapi situs Ratu Boko terletak di atas bukit yang lumayan tinggi. Ini membuat kompleks bangunan ini relatif lebih sulit dibangun dari sudut pengadaan tenaga kerja dan bahan bangunan. Terkecuali tentu apabila bahan bangunan utamanya, yaitu batu, diambil dari wilayah bukit ini sendiri. Ini tentunya mensyaratkan terlatihnya para pekerja di dalam mengolah bukit batu menjadi bongkahan yang bisa digunakan sebagai bahan bangunan.

Kedudukan di atas bukit ini juga mensyaratkan adanya mata air dan adanya sistem pengaturan air yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kolam pemandian merupakan peninggalan dari sistem pengaturan ini; sisanya merupakan tantangan bagi para arkeolog untuk merekonstruksinya.

Posisi di atas bukit juga memberikan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah bagi para penghuninya, selain tentu saja membuat kompleks ini lebih sulit untuk diserang lawan.

Keindahan lain yang terkenal dari Kraton Ratu Boko, tentu saja adalah gerbangnya dan pemandangan sunset serta sunrise dari gerbang ini sangat disukai wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Terbukti, sampai 2x dalam setahun saya ke situs ini hehehe… kalau ada kesempatan lagi, mau mencoba yang ketiga, keempat, dst.

Untuk mencapai lokasi, jalannya sudah bagus..kita harus xtra hati-hati bila berpapasan dengan dengan kendaraan lain karena tanjakan yang agak tajam serta kondisi jalan yang tidak terlalu lebar.

Sesampai di lokasi, kita akan disuguhi alunan gamelan lengkap dengan sindennya…Bersih…begitu kata hatiku, memang terawat meskipun tidak seterkenal Candi Prambanan atau Candi Borobudur tapi tetap dijaga keasriannya.

Lanjuttt….perjalanan masih lumayan jauh……Setelah membayar tiket masuk (kamera juga kena biaya yak….gak mahal kog, tenang saja…) segera kita lanjutkan menuju sang Primadonanya…Kraton Ratu Boko.

Jangan kuatir, biarpun agak jauh sedikit tapi kiri kanan jalan banyak pohon-pohon jadinya lumayan ademmm….

Tangga masuk dari tempat parkir mobil / motor

Tangga masuk

Kalau tidak kuat, bisa ngaso dulu….kebetulan disebelah kanan terdapat ‘kebun binatang mini’ :p

Terdapat beberapa ekor rusa yang dipelihara, kita juga diperbolehkan memberi makan….

Kebun Binatang mini

‘Kebun Binatang Mini’

Lebih jauh sedikit terdapat taman yang asri, juga bisa buat ngaso loo….

Walah...sedikit narsislah... :p

Walah…sedikit narsislah… :p

Tak berapa jauh, nyampai juga di pintu gerbang luar Kraton Ratu Boko… yak…1…2….3…mulailah, bernarsis ria hehehhe…

IMG_0745

IMG_0762

Spot, bagus buat prewedding

IMG_0814

Sudut Gerbang Luar

Kemudian lanjut ke gerbang utama / dalam, yang ukurannya jauh lebih besar dari gerbang luar.

Gerbang Dalam

Gerbang Dalam

IMG_2740

Gerbang Pengapit

Gerbang Pengapit

Terletak di Timur Laut kira-kira 37 meter dari gerbang dalam, terdapat Candi Pembakaran : mempunyai sumur ditengah dan konon dijadikan sebagai tempat pembakaran mayat. Di tenggara candi ini terdapat sumur tua yang dipercayai sebagai air suci dan sering digunakan dalam ritual keagamaan.

IMG_2849'

Candi Pembakaran

IMG_2850

Selanjutnya kita menuju ke gardu pandang, karena cuaca hari itu memang terik sekali jangan lupa bawa payung dan pakai sunblock bagi yang takut gosong :p

Tangga menuju gardu pandang

Tangga menuju gardu pandang

Di kejauhan , tampak Candi Prambanan

Di kejauhan , tampak Candi Prambanan

Tapi jangan kuatir bila ada yang lupa bawa rangsum, karena di lokasi ada beberapa kios makanan dan minuman.

Laparnyaaaa......

Laparnyaaaa……

Haus hilang, lapar pergi…saatnya lanjut lagiiiii…menuju ke Pendopo.

Pendopo merupakan bangunan tambahan yang terletak di muka bangunan utama karena besar biasanya berfungsi juga sebagai tempat pertemuan, latihan tari atau karawitan, rapat warga, dan sebagainya.

Pagar pendopo ini mempunyai panjang 40,80 meter, lebar 33,90 meter dengan ketinggian 3,45meter. Kaki dan atap di kelilingi batu keras (batu adesit) sementara badan dinding berasal dari batu putih. Didalam pagar keliling terdapat dua buah batur. Batur di sisi utara berukuran panjang 20.57 meter dan lebar 29.49 serta tinggi 1.43 meter. Sedangkan batur selatan yang disebut sebagai pringgitan berukuran panjang 20.50 meter, lebar 20.49 meter dan tinggi 1, 51 meter. Kedua batur ini dihubungkan dengan selasar yang terdiri dari batu adesit. Diatas batur pendopo terdapat 24 umpak, sedang di atas batur pringgitan terdapat 12 umpak. Umpak2 ini diperkirakan digunakan untuk landasan tiang penyangga yang terbuat dari kayu. Batur ini merupakan bangunan sentral dari istana Medang, yang di atasnya terdapat tiang-tiang penyangga bangunan dan diperkirakan mempunyai dinding bangunan.

IMG_0868

IMG_0866

IMG_0890

Selanjutnya, kita menuju ke Keputren yaitu tempat pemandian bagi keluarga raja yang terletak disebelah timur Pendopo. Lingkungan keputren seluas 31 X 8 m dibatasi oleh pagar batu setinggi 2 m, namun sebagian besar pagar batu tersebut telah runtuh.

IMG_0895

IMG_2909

IMG_2913

IMG_2920

Keputren ini terbagi dua oleh tembok batu yang memiliki sebuah pintu penghubung.

IMG_2905

Batu Candi

Detail

Cape juga yak….dari ujung ke ujung sampai belom sempet mengunjungi Gua ‘Lanang’ dan Gua ‘Wadon’

Kalo kesini lagi mau xplore lebih banyak lagi ah… (janjiku dalam hati)

hari sudah semakin sore, saatnya kita pulanggg…..

Sunset di ratu Boko

Senja di Ratu Boko

Sebelum pulang, saya sempat singgah sejenak di ruang terbuka (Plaza Andrawina). Tempat ini merupakan bangunan tambahan yang terdapat di muka gapura yang dapat dipakai untuk kegiatan pertemuan dengan kapasitas sekitar 500 orang, dengan view ke arah utara (kecamatan Prambanan dan Gunung Merapi). Selain ruang terbuka, ditempat ini juga terdapat restaurant jadi…sambil mendayung 2-3 pulau terlampaui, sambil menikmati senja sekalian sambil nyemil2 pulaaa heheheheheh…. :p

IMG_3035

Sayang Gunung Merapi sedang malu-malu

Salah satu sudut 'Plaza Andrawina'

Salah satu sudut ‘Plaza Andrawina’

Saatnya pulangggg……. biarpun gosong, tapi hati bahagiaaa :p

NOTE : Oleh-oleh dari Ratu Boko

Happy Holiday

Happy Holiday

Amazinggg

Amazinggg

Pedestrian

Pedestrian

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s