BOROBUDUR

Borobudur

BOROBUDUR, Ya….Candi Borobudur.

Wahhhhh..tenyata sudah lama sekali sejak terakhir main-main ke Borobudur sekitar 10 tahun, baru kali ini saya kembali berkunjung ke Borobudur. Sekali mendayung 2-3 pulau terlampaui = sekalian mengunjungi sanak family, bolehlah kita sempatkan jalan-jalan sebentar. Beruntung hari ini cuaca cerah cenderung panas menyengat, sepanas hati kami untuk segera menjajal kemampuan pendakian (maklum sudah pada uzur :p ). Pokoke siap-siap bergosong ria deh hihihihi…….

Setelah membeli tiket dan sewa payung (lupa berapa harganya) petualangan segera dimulai.

Siap…1…2…..3…. serbuuuuuu……….

Eits….sebelum masuk area candi, kita dihadang oleh petugas dan kita diharuskan untuk memakai kain batik semacam jarik atau selendang yang dililitkan dipinggang. Kain tersebut dipinjamkan secara gratis oleh pihak pengelola Candi Borobudur. Ketika kita menanyakan kenapa harus memakai batik, katanya untuk memasyaratkan kain bermotif batik. Okelah kalau begitu…jangan sampai batik di ‘comot’ oleh pihak lain, oleh karena itu kita harus mulai memasyarakatkan memakai kain batik berawal dari diri sendiri yakk.

Wajib memakai jarik

Wajib memakai jarik

Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban umat manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.

Pelataran Candi Borobudur

Pelataran Candi Borobudur

Merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja dan termasuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Candi Borobudur terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) barat laut dari Kota Yogyakarta, Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sundoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai ‘Taman pulau Jawa’ karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.

Pemandangan sekitar

Pemandangan sekitar

IMG_3286

Pemandangan sekitar

Pemandangan sekitar

Nama Borobudur sendiri merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta yang berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunungyang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Buddha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Buddha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Buddha yang menghadap ke arah barat.

Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai filsafat mahzab Buddha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Buddha harus melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.

454px-Borobudur_Mandala.svg

Denah Borobudur membentuk Mandala, lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha.

* Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu.
* Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Buddha diletakkan terbuka.
* Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Buddha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa dan bentuk.
* Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Buddha bersemayam.

Arupa

Arupa

Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada relief Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief-relief cerita Jātaka. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).

Relief Candi Borobudur

Relief pada salah satu sudut Candi Borobudur

Candi Borobudur telah mengalami banyak sekali percobaan. Berkali – kali terkena letusan Gunung Merapi, gempa bumi hingga pernah dibom pada 21 Januari 1985 (hampir setahun semenjak pemugaran yang dibantu UNESCO selesai tahun 1984). Namun sekarang, ancaman terbesar Candi Borobudur adalah dari wisatawan sendiri.

Beberapa penelitian menghasilkan kesimpulan bahwa Candi Borobudur kelebihan beban dan terancam terbenam, maka pemerintah memutuskan melarang pedagang asongan yang dulunya bisa bebas berjualan di dalam candi untuk tidak berjualan lagi di area dalam Candi Borobudur dan menempatkan mereka di Pasar Borobudur yang terletak di jalan keluar menuju tempat parkir.

Ancaman lainnya adalah banyaknya pengunjung yang nekat naik ke beberapa stupa berongga demi menyentuh beberapa bagian tubuh patung Buddha. Hal ini membuat lapik arca dengan motif padma semakin aus atau rusak karena tergesek alas kaki jutaan pengunjungnya selama puluhan tahun, bahkan banyak juga orang yang nekat naik ke beberapa dinding candi yang berelief demi mendapat foto yang bagus (padahal sudah banyak larangannya yang ditulis dalam dua bahasa).

Hal yang paling banyak dicermati mengenai Candi Borobudur adalah mengenai kebersihannya. Banyak sekali sampah yang menggunung di luar pagar candi, belum lagi toliet yang gelap dan kotor hiyyy….. Hal tersebut tentu saja mendapat nilai minus dimata wisatawan.

Sampah

Penampakan si sampah

Sampah

Penampakan si sampah

Apalagi saat ini Borobudur kembali menjadi pusat keagamaan dan ziarah agama Buddha, maka mata dunia akan semakin tertuju pada Candi Borobudur. Selain oleh umat Buddha Indonesia, Candi Borobudur juga menjadi tempat ziarah umat Buddha dari China, India, Tibet dan Kamboja.

Sekali setahun pada saat bulan purnama sekitar bulan Mei atau Juni, umat Buddha di Indonesia memperingati hari suci Waisak, hari yang memperingati kelahiran, wafat dan terutama peristiwa pencerahan Siddhartha Gautama yang mencapai tingkat kebijaksanaan tertinggi menjadi Buddha Shakyamuni. Waisak adalah hari libur nasional di Indonesia dan upacara peringatan dipusatkan di tiga candi Buddha utama dengan ritual berjalan dari Candi Mendut menuju Candi Pawon dan prosesi berakhir di Candi Borobudur.

Berpijak pada fakta-fakta diatas maka tidak diragukan lagi bahwa Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban umat manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya wowwww…

Hari semakin sore, saatnya siap-siap ke pemberhentian selanjutnya = Warung Makan :p ternyata kita semua sudah kelaparan hihihihi….

Ok, sekian dulu perjalanan kita ke Borobudur lain waktu kita sambung lagi…

Byeeeeee……..

Byeeee..

Byeeee..

Crew Borobudur Trip :p

From Borobudur w/Love

Oleh-oleh dari Borobudur :

Relief Candi

Relief Candi

Relief

Relief

Tangga

Tangga melalui serangkaian gapura berukir Kala-Makara

Tangga

Tangga melalui serangkaian gapura berukir Kala-Makara

Sudut Borobudur

Sudut Borobudur

Sudut Borobudur

Sudut Borobudur

IMG_3284

Sudut Borobudur

IMG_3263

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s